makanan Arab

Makanan yang ada timur tengah seperti hidangan Arab memiliki cerita sejarah yang panjang dan penuh dengan tradisi. Sebagian besar makanan khas Arab berasal dari bahan-bahan lokal yang mungkin saja tidak ditemukan di Indonesia. Beberapa bahan seperti kurma, daging domba, barley dan buah zaitun tentu jarang ditemukan di Indonesia. 

Hidangan-hidangan yang khas dari Arab bukanlah berasal dari satu tempat saja, tetapi beberapa daerah. Kebudayaan Ottoman ikut mempengaruhinya dan beberapa hidangan bahkan mirip seperti makanan khas India. Semuanya berasal dari satu hanya saja memiliki rasa yang berbeda-beda. 

Satu ciri khas yang sangat dikenal di dunia yaitu konsep sharing roti Arab ke seluruh orang yang sedang makan. Konsep ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan makan orang Arab yang selalu dilakukan beramai-ramai.

Aneka Makanan Arab yang Cocok di Lidah Indonesia

Nasi Mandi Arab
Nasi Mandi khas Arab / Foto : Shutterstock

India memiliki pengaruh terhadap makanan Arab, lalu apakah artinya makanan sangat pedas dan berlemak? Apakah hidangan ini cocok dengan lidah orang Indonesia? Pertanyaan ini seringkali muncul, bahkan orang Indonesia menghindari hidangan asli Arab karena tidak sesuai dengan lidah nusantara. 

Padahal jika dilihat dari bahan masakannya, makanan khas Arab juga memiliki banyak rempah sama seperti makanan Indonesia. Kamu mungkin juga bertanya-tanya, apakah ada makanan khas Arab Saudi yang cocok dengan orang Indonesia? Tentu saja ada.

Rasa pedas dari makanan Arab lah yang membuat hidangan mereka cocok di lidah Indonesia. Walaupun rasa pedas yang dihasilkan bukan sepenuhnya dari cabai rawit tapi rempah, setidaknya mampu meningkatkan nafsu makan orang yang mengkonsumsinya. 

Berikut ini beberapa jenis makanan khas Arab yang cocok dengan lidah orang Indonesia :

Mutabbaq

Hidangan ini adalah martabak berasal dari Arab Saudi. Hidangan ini kemudian dikenal di daerah seperti Yemen, Indonesia serta Malaysia. Ada yang berbeda dari martabak Arab dan martabak yang ada di Indonesia. Pertama, martabak disana menggunakan beberapa bahan seperti daun seledri dan juga mint untuk memberikan aroma serta rasa. 

Kedua, kulit martabak dibuat lebih tebal seperti roti. Cara memasaknya pun kurang lebih sama yaitu kulit diisi dengan isian seperti daging, bawang, karu dan juga butter. Martabak kemudian digoreng, makanan ini paling banyak dijual di pinggir jalan. 

Kepopuleran martabak sendiri di Indonesia sudah tidak dipungkiri lagi. Bubuk kari yang digunakan sebagai campuran daging justru menjadi kelezatan yang tidak bisa dipungkiri. Jadi sudah pasti dong, hidangan ini cocok untuk konsumsi orang Indonesia. 

Maamoul

Maamoul Arab
Kue Maamoul khas Arab / Foto : Shutterstock

 Makanan ini adalah sebuah kue yang sering menjadi snack dan merupakan panganan yang sudah ada sejak lama. Kue diisi dengan berbagai jenis filling seperti kurma, kacang walnut dan kacang pistachio. Bentuknya adalah setengah bulat seperti dome dan dibuat serta dihidangkan pada saat festival atau hari raya. 

Untuk membedakan isiannya, biasanya bentuk dome yang dibuat sedikit berbeda. Misalnya seperti isian kacang walnut dibuat seperti dome dengan pucuk yang sangat bulat. Di rumah-rumah timur tengah, biasanya ketika dihidangkan Maamoul diberikan taburan gula bubuk. 

Seringkali Maamoul juga dijadikan oleh-oleh makanan khas Arab. Di beberapa supermarket di Arab menjual maamoul dalam bentuk kemasan yang mudah untuk dibawa. Walaupun hidangan ini tidak ada di Indonesia, tetapi sudah banyak toko kue yang mencoba untuk membuat rasa yang mirip. Artinya makanan ini cocok untuk konsumsi di Indonesia. 

Baca juga:   Jangan Lupa Cicipi Makanan Khas Betawi Ini Saat Liburan ke Jakarta

Kabsa

Kabsa Arab
Kabsa Ayam khas Arab / Foto : Shutterstock

Kabsa adalah sebuah hidangan dengan nasi yang ukurannya lebih panjang dari nasi di Indonesia. Beras biryani adalah jenis beras yang digunakan untuk memasak. Hidangan ini memiliki pengaruh besar dari makanan Persia dan India dimana menggunakan air kaldu dari ikan atau daging. 

Nasi bisa dihidangkan dengan ayam, daging domba, daging unta, dan ikan. Daging domba atau ikan biasanya diletakkan di atas nasi pada sebuah piring yang lebar. Kabsa dikonsumsi bersama dan menggunakan tangan langsung. Bisa dibilang Kabsa adalah hidangan nasional dari Arab Saudi. 

Nasi adalah makanan pokok di Indonesia, walaupun beras biryani memiliki karakteristik yang sedikit berbeda. Beras ini berbentuk lebih panjang dan cara memasaknya perlu air lebih banyak. Satu hal yang membuat ini cocok untuk lidah Indonesia adalah banyaknya rempah yang digunakan untuk memasak nasi bersamaan dengan daging. 

Shawarma

Shawarma Arab
Shawarma ayam khas Arab / Foto : Shutterstock

Hidangan ini merupakan makanan timur tengah yang berasal pada kerajaan Ottoman. Shawarma adalah daging yang telah dimarinasi kemudian dipanggang dengan tusuk sate sambill terus diputar di atas api. Daging yang digunakan bervariasi seperti domba, ayam, kalkun, atau sapi. Cara memasaknya pun harus lama dan bertahap agar daging tetap menimbulkan rasa juicy. 

Proses marinasi juga bervariasi tergantung dengan jenis daging yang digunakan. Bahan marinasi yang digunakan biasa cuka atau yoghurt dan beberapa rempah seperti kayu manis, cengkeh, lada hitam, jeruk limau, bawang putih, jahe dan lainnya. Cara menghidangkan secara tradisional adalah dengan meletakkan daging di dalam roti yang disebut pita atau lavash. 

Shawarma bisa dibilang juga sebagai makanan khas Arab kebab karena cara memasaknya yang sama yaitu ditusuk ke dalam tusuk stainless steel. Rempah-rempah yang digunakan untuk memasak tidak jauh berbeda dengan rempah yang digunakan di Indonesia. Jadi orang Indonesia tidak akan merasa aneh mengkonsumsinya. 

Jareesh

Hidangan ini disebut juga sebagai Hareessh merupakan makanan khas Arab Saudi yang sangat tradisional. Orang Arab telah mengkonsumsi hidangan ini selama ratusan tahun. Makanan ini terbuat dari gandum yang ditumbuk atau tidak hingga seperti oatmeal kemudian dimasak bersama dengan nasi, bawang bombay, merah dan juga beberapa bumbu. 

Biasanya Jareesh tidak dimasak dengan air biasa tetapi dengan air kaldu daging. Gandum kemudian dimasak hingga menjadi lembut menyerupai bubur. Pada saat bulan ramadhan, orang Arab akan mengkonsumsi Jareesh saat berbuka puasa. Hidangan ini sama seperti bubur ayam, hanya saja penyajiannya biasanya menggunakan wijen hitam.

Tidak semua makanan ini bisa ditemukan di Indonesia, namun cara memasak dan bumbu rempahnya bisa diduplikasi dengan lebih mudah. Walaupun beberapa bahan seperti nasi biryani dan juga daging domba sedikit mahal, tidak ada salahnya mencoba memasaknya sendiri.