Mitos di Balik Roti Salib Khas Paskah

Roti salib Paskah dan Hott Cross Buns adalah makanan bagi warga Inggris saat Paskah tiba. Kebudayaan makan roti ini sudah dimulai sejak 12 masehi.

Rangkaian perayaan hari Paskah yang menurut kalendar Gregorian akan jatuh pada hari minggu antara tanggal 22 Maret-25 April selalu identik dengan tradisi mengecat telur-telur paskah. Tradisi melukis telur—biasanya telur ayam—dengan warna cerah pada mulanya menjadi medium untuk mengenang wafatnya Yesus dalam tragedi penyaliban. 

Telur juga dianggap menjadi perlambang kematian dan kehidupan kembali. Seiring perkembangannya, Paskah mendapat sisipan dongeng tentang kelinci antropomorfis. Kelinci pembawa sekeranjang penuh telur Paskah untuk dibagikan pada anak-anak yang berkelakuan baik.

Selain tradisinya yang sudah tersohor, dari perayaan Paskah yang paling dinanti tidak lain adalah hidangan khasnya. Masyarakat di negara dengan mayoritas pemeluk Kristen tentu hafal.

Ketika semakin dekat hari Paskah dan etalase-etalase toko di pusat perbelanjaan sudah memajang ornamen khas Paskah. Maka tandanya mulai banyak dijual kudapan coklat berbentuk kelinci dengan ragam ukuran. 

Tidak kalah populer dari tokoh kelinci, coklat-coklat dengan wujud telur Paskah sebesar gigitan-orang-dewasa juga menyerbu pasar. Hal ini berkat merek dagang Cadbury yang pertama kali memperkenalkan tren ini di Birmingham, Inggris.

Di samping menjamurnya camilan berbahan Cokelat, hidangan utama khas Paskah menjadi wajib hukumnya. Wajib tersaji di setiap meja makan keluarga yang merayakannya. 

Beberapa di antara hidangan unggulan ialah ham (bermula ketika masyarakat Jerman dahulu mengalami ledakan populasi babi). Juga domba panggang dikarenakan besarnya makna hewan domba bagi figur Yesus saat menyebarkan ajaran kristiani.

roti salib paskah
Hot Cross Buns Paskah di Inggris / Foto : Shutterstock

Sedangkan di beberapa negara Paskah kurang afdal tanpa menyantap roti khas yang bernama Hot Cross Buns. Roti empuk bertabur kismis dengan bubuhan simbol salib (Cross) di atasnya ini menjadi santapan Paskah kegemaran warga Inggris Raya.

Juga beberapa bekas koloninya seperti Australia, Selandia Baru, Kanada, Irlandia, serta beberapa negara bagian di Amerika Serikat. 

Hot Cross Buns sebenarnya hidangan Prapaskah (Lent) yakni masa empat puluh hari menjelang Paskah terutama di malam Jumat Agung. Bahkan karena saking kesohornya di Inggris nama roti ini menjadi inspirasi bagi sebuah sajak untuk taman kanak-kanak serta menjadi judul lagu Paskah.

Roti yang konon sudah dikenal sebagai makanan pokok semenjak zaman Socrates ini memiliki sejarah yang sangat menarik sebab tidak begitu jelas asal-usulnya serta diselimuti oleh mitos dan takhayul. Berikut beberapa mitos dan kisah unik dibalik nikmat dan lembutnya tekstur Hot cross buns:

Ditemukan Sejak Abad 12 Masehi

Konon Hot cross buns ditemukan oleh seorang biarawan inggris yang membubuhkan tanda salib diatas roti kismis hasil panggangannya di hari Jumat Agung. Menurut laporan Irishcentral.com sang biarawan melakukannya untuk memperingati Paskah. Kemudian karena ditemukan tepat di Jumat Agung maka roti ini juga dikenal sebagai roti Jumat Agung.

Sulit melacak kebenaran kisah biarawan dari abad 12M ini, sebab tidak ada bukti apapun yang merujuk pada penemuan maupun identitas sang biarawan. Namun bukti tertulis untuk pertama kali menyebut Hot cross buns ditemukan dalam sebuah primbon satir Poor Robin dari abad 16 M-17M.

Penangkal Malapetaka dan Gangguan Roh Jahat

Bagi orang yang percaya, tanda salib yang terlukis di bagian atas Hot cross buns mampu melindungi kita dari gangguan roh jahat. Lalu dengan ‘berkat’ dari simbol salib tersebut, kabarnya dapat menghindarkan dapur tempat penyimpanannya dari musibah seperti kebakaran. Serta apabila kita membawanya bepergian maka kita akan terhindar dari celaka.

roti salib persahabatan
Roti salib dianggap menjaga persahabatan / Foto : Shutterstock

Masyarakat Inggris juga menganggap roti ini dapat menjaga dan mempererat persahabatan. Baik itu antara dua orang yang akan berpisah dan memberi kemujuran pada mereka.

Anggapan ini dapat dilacak pada sebuah sajak lama yang menggambarkan Hot cross buns berbunyi: “Half for you and half for me, between us two, good luck shall be”.

Awet Segar Hingga Setahun Lamanya

Mitos yang berkembang menyebutkan jika Hot cross buns digantung di kasau rumah tepat di Jumat Agung, maka rotinya akan senantiasa segar dan bebas dari jamur sampai perayaan Paskah berikutnya.

Kisah ini menurut foodtimeline.org berkaitan dengan keyakinan bahwa roti merupakan simbol dari tubuh Yesus yang disalib kemudian dikuburkan namun tak kunjung terurai dengan tanah. 

Apalagi Hot cross buns sendiri dibubuhi tanda salib. Serta dibuat di hari Jumat Agung yang membuatnya lebih sakral dari roti-roti lain. Ada lagi beberapa mitos yang menyebutkan jika roti yang kaya akan ragi dan kandungan susu ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Cukup dengan melarutkannya dengan air kemudian diminum.

Dilarang Memakan dan Memasak Sembarang Hari

Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, tepatnya tahun 1592, di Inggris diterbitkan larangan memakan, menjual dan memanggang Hot cross buns. Walaupun memasaknya di dapur pribadi sekalipun. Sebagai hukuman bagi orang yang ketahuan memanggang roti suci ini, ia wajib membagikan seluruh rotinya pada warga yang kurang mampu. 

memasak roti salib
menciptakan bentuk salib di atas roti / Foto : Shutterstock

Alasan pelarangannya hanya karena Kerajaan menganggap bahwa Hot cross buns terlalu sakral untuk dikonsumsi sehari-hari. Adapun waktu yang diperbolehkan untuk memanggang maupun mengonsumsi roti salib ini tertentu. Hari yang diizinkan adalah pada hari Jumat Agung, Natal, dan saat upacara pemakaman saja.

Terlepas dari segala takhayul yang menyelimuti sejarahnya, Hot cross buns tetap menjadi menu yang identik dengan Paskah yang keramat. Mungkin roti ini dapat menjadi hidangan alternatif bagi umat kristiani. Di tanah air yang masih belum begitu familiar dengan penganan dari negeri tiga singa tersebut.

Terbaru

Artikel Terkait