Memerah susu sapi

Pada abad ke 18 di Eropa muncul fenomena aneh bernama Milk Maids. Milk maids (wanita pelayan pemerah susu sapi) tidak terjangkit penyakit cacar manakala virus variola menyapu bersih Eropa. Lalu fenomena itu menjadi sebuah mitos tersendiri. Orang-orang percaya, dengan alasan mistis tertentu, milk maids kebal terhadap wabah cacar.

Pada tahun 1796, Edward Jenner, seorang dokter Inggris, mengembangkan vaksin untuk cacar berdasarkan mitos rakyat itu. Ia menyadari bahwa para pemerah ternyata terinfeksi cacar sapi (cowpox), dan itulah yang menyebabkan mereka kebal terhadap cacar. 

Jenner lalu sengaja menginfeksi James Phipps, seorang bocah berusia delapan tahun, dengan virus cacar sapi. Hasilnya menunjukkan bahwa tubuh Phipps sukses melawan cacar. Setelah mengulang percobaan itu pada anak-anak lain, termasuk anaknya sendiri, Jenner menyimpulkan bahwa vaksinasinya memberi kekebalan pada cacar.

Penemuan vaksin cacar itu terjadi hampir seratus tahun sebelum mitos susu lain dipecahkan oleh Louis Pasteur. Pasteur adalah ahli kimia dan biologi dari Prancis, yang dianggap salah satu bapak mikrobiologi. Ia membuktikan bahwa penyakit menular dan bawaan makanan disebabkan oleh kuman, yang dikenal sebagai Germ Theory.

Penelitian Pasteur pada 1864 menunjukkan bahwa mikroba berbahaya dalam susu dan anggur menyebabkan penyakit, dan dia menemukan sebuah proses yang sekarang disebut Pasteurisasi. Proses itu membunuh sebagian organisme dan mencegah menjadi asam berbahaya dengan cara memanaskan cairan dengan cepat lalu mendinginkannya.

Barulah 30 tahun setelahnya, pada tahun 1895, mesin pasteurisasi komersial dirilis di Amerika Serikat. Periode susu aman konsumsi akhirnya bermula dan diperkenalkan secara luas. 

Perkembangan Pengemasan Susu di Zaman Modern

alat pasteurisasi
Mesin pasteurisasi susu / Foto : Shutterstock

Sebelas tahun sebelum pasteurisasi muncul, susu “belum aman” di distribusi menggunakan botol kaca. Tahun 1884, Henry Thatcher, mematenkan botol susu kaca miliknya. Lima tahun setelahnya, tahun 1889, produk Thatcher telah menjadi standar industri, botolnya disegel dengan cakram kertas lilin yang dimasukkan ke dalam alur di dalam leher botol.

Setelah itu botol susu kaca menjadi bagian dari kehidupan manusia (khususnya Amerika Serikat) sampai tahun 1950-an saat bungkus karton kertas susu mulai muncul di pasar.

Ketika 1950 dan 1960-an, banyak perusahaan susu mulai mengenalkan karton kertas persegi untuk mengganti botol. Bentuk persegi memungkinkan lebih banyak susu untuk dibawa dan disajikan daripada botol kaca yang sebelumnya dipakai. Karton susu juga mengurangi biaya bagi konsumen, karena sekali pakai dan lebih murah.

Invensi-invensi unik dari susu mulai terjadi sejalan dengan industri susu dan teknik pengolahan yang lebih membaik, di Jepang misalnya. Sebenarnya di era 2000-an, selama bertahun-tahun, konsumsi susu di Jepang menurun dan akhirnya menciptakan masalah surplus susu.

Pada tahun 2007, pulau Hokkaido harus membuang hampir 900 ton susu surplus dalam satu bulan. Melihat situasi itu, pemilik toko minuman keras Hokkaido, Chitoshi Nakahara memutuskan untuk melihat apakah dia bisa memfermentasi kelebihan susu menjadi bir. Percobaan itu berhasil, dan Nakahara mulai menjual “Bilk” di toko minuman keras lokal Jepang pada 2008.

Awal Mula Susu Bermelamin

susu bubuk
Susu bubuk / Foto : Shutterstock

Di sisi lain, industri susu juga menghasilkan cerita negatif. Ini mungkin diakibatkan oleh pentingnya konsumsi susu di kehidupan manusia modern, sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga:   Sudah Tahu Sejarah Sake di Jepang? Yuk Kepoin

Contohnya pengadilan di Tiongkok pernah memvonis mati dua orang dan memenjarakan seumur hidup bos perusahaan pabrik susu Sanlu. Mereka didakwa atas peran dalam produksi dan penjualan susu beracun yang menewaskan setidaknya enam anak dan membuat hampir 300.000 orang sakit.

Lebih dari 50.000 bayi dirawat di rumah sakit karena masalah ginjal setelah meminum susu formula Sanlu yang tercemar melamin, bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat plastik dan pupuk. Penyidik mengatakan perantara yang membeli susu dari petani dan menjualnya ke perusahaan susu telah menyiramnya dan mencampurnya dengan bahan kimia tersebut, demi hasil tingkat protein yang lebih tinggi dalam tes kualitas.

Para orang tua Tiongkok telah memprotes perusahaan tersebut pada akhir tahun 2007. Namun, skandal tersebut tidak diselidiki sampai September 2008. Alhasil, pemerintah Tiongkok harus melakukan pengecekan masalah ginjal pada lebih dari 20 juta bayi.

Insiden di Tiongkok sepuluh tahun lalu itu memulai serentetan larangan produk terkontaminasi melamin di seluruh dunia. Salah satunya juga produk susu seperti yoghurt, mulai diseleksi ketat sejak 2008.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri hingga kini susu dipercaya sebagai khasiat dari alam. Susu mengandung paket nutrisi lengkap dari sembilan nutrisi penting. Selain menjadi sumber kalsium dan vitamin D yang sangat baik, susu adalah sumber vitamin A, protein dan potasium yang baik. “Susu adalah dokter yang dianjurkan,” begitu pepatah terkenalnya.