Mengurai Benang Sejarah Ramen khas Negeri Sakura

Ramen Jepang berasal dari China dengan sebutan Shina Soba. Perubahan terus menerus terjadi hingga kini. DI zaman modern ini ramen banyak dijual dalambentuk kering.

1470
mie ramen
Mie ramen khas Jepang / Foto : Shutterstock

Para penggemar anime atau aneka budaya populer Jepang tentu tidak asing dengan istilah ramen. Ya, masakan mi kuah ini merupakan salah satu hidangan lezat yang sering ditampilkan di scene-scene anime negeri sakura yang masuk ke Indonesia. 

Naruto dan Doraemon adalah dua di antaranya, yang paling dikenal oleh masyarakat luas dalam dua dekade belakangan. Cara menyantapnya yang cukup unik, yakni menghasilkan suara sluurp menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari ramen, selain kuah kaldu kentalnya yang cukup menggoda.

Darimanakah Ramen di Jepang Muncul?

Mie ramen pertama di dunia diciptakan pada tahun 1868-1912 di Jepang. Pada saat itu, seorang koki yang berasal dari negeri Tirai Bambu di restoran Rairaikan Tokyo mencoba membuat signature dish yang terdiri dari kaldu dan mie China. 

Mie China yang digunakan oleh sang koki memiliki tekstur yang lebih elastis dibandingkan dengan mie ramen yang ada saat ini. Hal ini dikarenakan sang koki menambahkan sodium karbonat ketika membuat adonan mie. 

mie soba
Soba mie yang dipercaya ramen pertama kali / Foto : Shutterstock

Hidangan ini kemudian populer dan diberi nama shina soba. Meski mengadopsi istilah soba, komposisi shina soba berbeda dengan soba Jepang, yakni menggunakan gandum sebagai bahan baku pembuatannya. Namun siapa sangka, sebutan ini tak berumur panjang. 

Selepas Jepang kalah pada Perang Dunia ke-II, penggunaan kata shina (yang merupakan serapan dari istilah china), dianggap sebagai simbol agresi imperialis dan bentuk penghinaan rasis yang mengerikan. Oleh karena itu, nama shina pun dihapus dan diganti menjadi Chuka Soba. Tapi lagi-lagi, nama ini tak berumur panjang. 

Setelah tahun 1958, sebuah perusahaan mie instan ternama di Jepang mengeluarkan sebuah produk Chuka Soba pertama kali dalam bentuk instan yang diberi nama Chikin Ramen. Adalah Momofuku Ando yang pertama kali menciptakan sajian kuliner ini. 

Ando menciptakan cara membuat mie instan dengan menggoreng mie setengah matang dan kemudian dikeringkan. Produk Chikin Ramen pun diperkenalkan ke seluruh elemen masyarakat Jepang dan merangkul animo yang cukup besar dalam dunia kuliner.

ramen instan
chikin ramen, mi instan Jepang pertama kali / Foto : baronnews.com

Pemilihan kata ‘ramen’ berasal dari bahasa mandarin : ‘la’ yang berarti menarik; dan ‘mien’ yang berarti mie. Jadi, kata ‘ramen’ dapat diartikan sebagai penggambaran produk kuliner berupa mie, yang pembuatannya melalui proses tarik menarik adonan. 

Ramen Jepang Era Modern

Sejarah ramen khas negeri sakura tak berhenti sampai pada penciptaan ramen instan. Pada tahun 1968, Takumi Yamada membuka sebuah kedai Ramen Jiro pertama di dekat Universitas Keio di Tokyo.

Ramen Jiro dikenal karena porsinya yang besar dan kuah berminyak dengan bawang putihnya yang melimpah. Ramen Jiro akhirnya mampu mengembangkan sayap bisnisnya hingga membuka tiga puluh cabang gerai ramen. 

Pembukaan gerai-gerai ramen sebenarnya sudah terjadi puluhan tahun sebelumnya, yakni di tahun 1923. Gerobak penjual ramen pertama muncul di Tokyo dan Yokohama selepas peristiwa gempa bumi di wilayah Kanto. Pada saat itu, ramen masih diakui sebagai salah satu masakan peranakan Tionghoa. 

ramen jiro
Jiro ramen / Foto : Shutterstock

Selepas Perang Dunia ke-II, pasokan tepung dari Amerika sangat melimpah jumlahnya di Jepang. Tak berselang lama, Kazuo Yamagishi pun memperkenalkan tsukemen. Ia merupakan seorang koki yang awalnya banyak belajar soal pembuatan mie soba. 

Yamagishi membuka kedai ramennya pada tahun 1961 dengan nama Higashi-Ikebukuro Taishȏken. Enam tahun sebelumnya (1955), Miso Ramen ditemukan di Sapporo dan bercita rasa cukup ringan. Barulah di era 1960-an, cita rasa kuah ramen ini lebih terasa dan populer di kalangan masyarakat Jepang.