Cara menyimpan rempah

Rempah-rempah Indonesia sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan bangsa Belanda kala penjajahan memanfaatkan rempah dari Indonesia untuk menjadi barang ekspor. Sebagai bumbu masakan, rempah-rempah mampu memberikan rasa dan juga aroma yang sangat kuat. Aroma ini mampu menggugah selera makan seseorang. 

Namun rempah-rempah sering juga digunakan untuk pengobatan. Misalnya saja jahe, efek hangatnya sangat baik dikonsumsi kala flu. Sifat anti inflamasinya juga akan membuat flu cepat menghilang. Jadi tak diragukan lagi bahwa di setiap dapur masyarakat Indonesia menyimpan rempah-rempah. 

Basah dan kering, inilah dua jenis rempah-rempah yang biasanya digunakan. Rempah basah seperti jahe, laos, kunyit memiliki kandungan air di dalamnya. Rempah kering seperti kapulaga, merica, bunga lawang, cengkeh. Karena berbeda maka proses penyimpanannya juga harus diperhatikan. 

Bukan karena sifatnya kering, lantas kapulaga atau cengkeh bisa disimpan dalam sembarang tempat. Ada cara menyimpan rempah-rempah ini yang harus diperhatikan, supaya keawetannya tetap terjaga. Jika salah, maka rempah bisa saja berjamur atau bubukan dan tak lagi bisa digunakan. 

Cara Menyimpan Rempah Rempah agar Awet

penyimpanan rempah
Foto : Shutterstock

Tidak sedikit ibu rumah tangga yang mengalami kesulitan dalam penyimpanan rempah-rempah basah dan kering. Jika disimpan di kulkas, rempah basah akan mudah berjamur. Jika disimpan di luar ruangan akan kering dan menyusut. 

Jika ingin menggunakan rempah yang dijual dalam bentuk bubuk, biasanya sudah memiliki kandungan campuran lainnya. Alhasil ketika digunakan untuk memasak tidak mampu memberikan aroma dan rasa yang pas. Daripada bingung, yuk ikuti cara menyimpan rempah-rempah supaya awet disini. 

Simpan dalam Wadah Kecil dan Tertutup Rapat

menyimpan rempah kering
Menyimpan rempah di wadah kecil /Foto : Shutterstock

Rempah-rempah yang bentuknya butiran kecil sebaiknya ditempatkan di wadah kecil yang terpisah. Pastikan tertutup rapat sehingga debu dan serangga tidak mudah masuk. Jenis rempah yang termasuk butiran seperti merica, ketumbar, garam, jinten, kapulaga, dll. Belilah satu set wadah kecil, kemudian beri label supaya mudah untuk mencarinya. 

Letakkan di Tempat Kering dan Bersih

Jangan lupa semua bumbu yang sudah dimasukan ke dalam wadah hingga rempah basah harus selalu disimpan di tempat yang kering. Jangan letakkan di tempat yang terpapar sinar matahari atau bahkan dekat kompor. Rempah basah yang langsung terkena sinar matahari akan cepat kering dan mengurangi keawetannya. Begitu juga tempat basah akan membuatnya cepat busuk. 

Biarkan di Tempat Terbuka

rempah di tempat terbuka
Rempah di tempat terbuka, jauh dari sinar matahari dan kompor. /Foto : Shutterstock

Rempah yang berbentuk daun seperti daun jeruk, daun salam, daun kunyit membutuhkan tempat terbuka. Hindari menyimpan di tempat lembab karena sifatnya mudah membusuk sama seperti rempah basah. Khusus daun salam tidak perlu khawatir ketika berubah menjadi kering karena masih tetap bisa digunakan. Kamu juga bisa menggunakan cara ini untuk penyimpanan bumbu rempah basah.

Cara Menyimpan di Dalam Kulkas

Masih tetap ingin menyimpan rempah-rempah di dalam kulkas? Pada kok caranya. Kamu memang tidak bisa mengikuti cara menyimpan jahe kunyit lengkuas di kulkas begitu saja. Perlu trik, yaitu dengan membungkusnya menggunakan koran terlebih dahulu. Rempah basah tak perlu dicuci, tapi kamu bisa langsung membungkusnya dengan kertas koran. Koran akan menyerap kelembaban dan menjaga rempah tetap kering. 

Baca juga:   Tips Cara Masak Rendang Daging Supaya Empuk dan Bumbu Meresap

Jika mengikuti cara ini, semua rempah akan terjaga keawetannya. Jika disimpan dalam lemari es keawetannya bisa satu bulanan. Tapi jika kamu menyimpannya di tempat terbuka dan terhindar dari panas matahari bisa lebih lama lagi. Jangan lupa juga, untuk selalu membersihkan tempat penyimpanan. 

Apabila rempah sudah habis, cuci semua wadah terlebih dahulu sebelum menyimpan yang baru. Sehingga sisa-sisa rempah lama yang sudah mulai rusak tidak ikuti membuat rempah baru menjadi busuk.