bisnis katering
Foto : Shutterstock

Usaha yang berhubungan dengan makanan selalu laris manis di pasaran. Apalagi jika makanan yang dijual tergolong unik, jarang ditemui dan banyak peminatnya. Usaha katering bisa menjadi pilihan kamu ketika sedang menentukan bisnis makanan apa yang harus dimulai. 

Catering adalah usaha yang lebih fleksibel dibanatikan harus mengoperasikan sebuah restoran. Ada banyak ruang kreatif yang bisa digunakan dalam layanan makanan ini tanpa standar jam dan jadwal khusus. Selain itu, resiko kerugian yang didapatkan lebih kecil. 

Benar saja, karena setiap orang akan memesan dengan memberikan uang muka, apabila dibatalkan sudah ada surat perjanjian yang dibuat di awal. Berbeda dengan rumah makan, dimana harus mempersiapkan bahan tanpa tahu berapa jumlah pengunjung tiap harinya. 

Dengan begitu usaha katering menjadi bisnis yang menjanjikan, tapi sebelum memulainya kamu harus tahu persiapan apa saja yang perlu dilakukan. 

7 Hal Penting sebagai Persiapan Usaha Katering

peralatan katering
Foto : Shutterstock

Sebelum memutuskan untuk membeli peralatan bahkan mencari konsumen, penting bagi kamu untuk mengetahui keunikan dari usaha ini. Dilihat dari segi positifnya, kamu bisa menyewa ruang untuk persiapan katering dan karyawan yang dibutuhkan menyesuaikan dengan operasional. 

Ditambah lagi, tidak akan banyak makanan sisa yang dibuang karena semua dibuat sesuai dengan jumlah pemesanan. Kamu yang menjalani bisnis ini juga tidak akan bosan, kamu akan bekerja dengan berbagai konsumen dan tempat acara. 

Ada tujuh hal penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan usaha katering yang akan kamu bangun. Dengan memperhatikannya, maka akan lebih mudah untuk menjalankan bisnis ini kedepannya. 

1. Menentukan Tipe Katering yang Diminati

katering box
Jenis katering box

Penting bagimu untuk memilih tipe katering apa yang akan difokuskan. Untuk memulai tidak perlu rakus untuk menerima semua job katering karena ada banyak hal yang harus dipelajari. Memilih satu tipe akan mempermudah pengembangan di masa depan.  

Setidaknya ada tiga tipe katering, pertama adalah untuk acara kantor seperti rapat, konferensi, seminar, atau workshop. Acara-acara tersebut tergolong formal, kedua adalah acara pesta seperti pernikahan, ulang tahun atau acara amal. Ketiga adalah kebutuhan pribadi seperti usaha catering makanan diet, atau mengantarkan makanan rumahan. 

Dimulai dari menentukan salah satu tipe katering inilah, kamu nantinya bisa mempermudah operasional. 

2. Mendapatkan Pengalaman Langsung

Pengalaman memang selalu menjadi guru yang mahal. Supaya kamu lebih mudah membuka usaha catering, sebaiknya pelajarilah dari tempat catering yang sudah berdiri. Sambil bekerja, kamu bisa belajar dan menemukan apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana pengoperasiaan usaha bidang makanan ini dengan tepat. 

Jika tidak dapat bekerja di perusahaan catering besar, kamu bisa bekerja sampingan di acara-acara tempat kerabat. Cobalah untuk menjadi ketua panitia dan temukan permasalahan serta menyelesaikannya. Merancang terlaksananya acara tidak jauh berbeda ketika mengkoordinir dalam usaha katering.  

3. Memilih Konsep Menu secara Detail

peralatan katering
Foto : Shutterstock

Sudah memiliki pengalaman? Maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menentukan konsep secara detail yang berhubungan dengan makanan. Temukan konsep makanan apa yang ingin kamu tonjolkan. Konsep ini bisa berupa jenis makanan, seperti makanan khas China, Eropa atau Indonesia. 

Baca juga:   5 Langkah Memulai Bisnis Kuliner Frozen Food Zaman Now

Ketika menentukan konsep ini, perhatikan juga demografi dimana usaha ini akan dibangun. Pilih konsep dimana bahan makanan dan bumbu mudah didapat, sehingga ketika menentukan harga masih terjangkau oleh konsumen. Belum lagi cara memasaknya yang membutuhkan keahlian serta peralatan khusus. 

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam konsep yaitu menu catering dan kedua rasanya. Menu harus dibuat sebelum memulai mencari tempat dan peralatan memasak. Semakin banyak menu maka akan lebih menarik, tetapi ingat jangan terlalu jauh dari konsep. Misalnya saja perhatikan menu makanan diet, gluten free, low carb, dll. 

Sediakan juga menu yang memiliki rasa pedas, sedang dan tidak pedas sama sekali sebagai pilihan. Banyaknya menu ini juga sangat menguntungkan bagi usaha catering box. Jangan lupa, banyaknya menu juga harus dicicipi rasanya. Bukan dicicipi sendiri, tetapi mintalah pendapat dari teman dan keluarga. 

Buatlah acara kecil di rumah dan masak sendiri. Dapatkan sebanyak mungkin feedback dari mereka. Penting sekali untuk menyesuaikan resep dengan rasa yang lebih banyak disukai oleh orang lain. 

4. Menemukan Tempat Kerja yang Nyaman

dapur katering
Foto : Shutterstock

Konsep soal menu sudah selesai, kini selanjutnya adalah menentukan tempat dimana kamu akan memulai usaha. Pemilihan tempat ini bisa disesuaikan dengan skala usaha awal yang ingin kamu bangun. Jika kamu ingin membuka katering dengan tipe konsumen pribadi maka cukup menggunakan dapur di rumah saja sudah cukup. 

Apabila kamu menyasar tipe katering seperti kantoran atau acara pesta, maka dibutuhkan ruang dapur yang lebih luas. Pertimbangkan untuk menyewa tempat khusus yang bisa diakses selama 24 jam penuh. Sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar yang bisa menjadi masalah. 

Apabila kamu ingin supaya konsumen potensial datang dan mencicipi rasa makanan, maka pilih tempat yang mudah di tengah kota. Pisahkan area untuk konsumen dan juga dapur. Jika modal yang kamu miliki cukup besar, tidak ada salahnya juga untuk membeli dapur catering khusus. 

5. Jangan Lupa Mengurus Legalitas Usaha

Jangan lupakan juga untuk mengurus soal legalitas usaha. Membangun usaha yang telah memiliki izin akan membuatmu mempermudah operasional. Penting untuk mengurus perizinan usaha, karena akan menjaga keamanan serat standar yang baik. Kenyamanan usaha di lingkungan sekitar. 

Jika kamu ingin membuka catering dengan dapur khusus yang sudah terbilang skala menengah hingga besar maka izin ini diperlukan. Dalam proses pembuatan izin ini, kamu harus mengajukan ke kelurahan, kecamatan dan terakhir kantor dinas kesehatan di kota atau kabupaten tempatmu mendirikan usaha. 

6. Memilih Karyawan dengan Bijak

Tantangan terbesar dalam membangun usaha catering adalah memilih karyawan yang bisa diajak untuk bekerja sama. Lebih mudah untuk mencari karyawan yang sudah memiliki pengalaman, tapi biasanya mereka akan meminta gaji yang lebih tinggi. Kamu juga bisa memilih untuk merekrut karyawan yang belum berpengalaman dan memberikan training terlebih dahulu. 

Skala karyawan ini bisa disesuaikan dengan besar kecilnya usaha yang hendak dibangun. Di awal kamu hanya perlu tenaga memasak, manajemen dan beberapa server. Khusus untuk melayani catering pesta kamu bisa meminta server part time dari agensi khusus. 

Baca juga:   Ide Bisnis Kuliner Rumahan yang Gak Ribet Persiapannya

7. Membuat Planning Marketing

rencana marketing
Foto : Shutterstock

Supaya usaha katering dikenal harus membuat strategi marketing yang jitu. Promosi awal bisa memberikan diskon dan memperkenalkannya ke kerabat. Tunjukkan tipe catering apa yang kamu fokuskan sehingga konsumen tidak akan bingung memilihnya. Promosi bisa dilakukan dengan mengikuti pameran dan menyediakan menu-menu catering. 

Cara pemasaran lainnya yang juga bisa dibuat adalah membuat logo yang menyesuaikan dengan tipe catering. Jangan lupa untuk membagikan brosur berisi menu serta harga langsung kepada konsumen. Pemasaran secara online pun yang saat ini banyak digandrungi juga perlu dilakukan. 

Buatlah katering online melalui website dan akun sosial media. Dibutuhkan tim marketing online khusus yang ahli dalam hal ini. Pencitraan sangat penting di awal untuk meraih lebih banyak konsumen.